Sabtu, 25 Januari 2014

Tugas IV ISD : Fenomena Tahun Baru

Nama : Deni Rahman
Kelas  : 1IA23
NPM  : 52413169


Indah nya kembang api melupakan kita berapa banyak sampah

Tahun baru penggantian tahun ke tahun yang lebih baru. Fenomena tahun baru pun dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari pernak-pernik hingga menyalakan kembang api. Perayaan tahun baru begitu terasa di berbagai Negara salah satunya indonesia. Hampir semua masyarakat berbagai usia merayakannya. Namun ada beberapa hal menarik yang menjadi perhatian bagi kita semua terkait dengan tahun baru, yaitu tren sampah baru.

Hampir semua masyarakat Indonesia paham jika ditanya mengenai keduanya. Petasan merupakan benda kecil yang mempunyai daya ledak sesuai ukuran dan jenisnya. Sedangkan kembang api mempunyai daya ledak lebih rendah dibandingkan petasan. Namun kembang api memancarkan api, sehingga menimbulkan keindahan jika dinyalakan. Biasanya keduanya mempunyai berbagai macam variasi.

Seolah-olah menjadi wajib dalam menyambut tahun baru, banyak yang memanfaatkannya.Jika dilihat dari aspek ekonomi sangatlah menguntungkan seperti pedagang musiman yang kebanyakan menjual petasan dan kembang api di sepanjang jalan. Namun jika dilihat dari aspek social dan keramahan lingkungan cukup berbahaya

Hampir semua pelosok menyalakan kembang api di malam pergantian tahun baru. Orang menganggap menyalakan petasan dan kembang api merupakan hal yang menyenangkan. Petasan dan kembang api sebenarnya sangat membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain. Sudah banyak kejadian mengeri­kan yang diakibatkan oleh petasan. seperti luka bakar hingga operasi dan amputasi.

Contoh Hasil sampah kertas bekas kembang api
kertas berserakan dimana-mana
kebanyakan produsen kembang api hanya melihat keun­tungan dari aspek ekonomi. Hal inilah yang membuat kembang api di seluruh penjuru kota maupun desa be­lum ada obatnya. Selain mengganggu ketenteraman, ketenangan, bahkan mengakibatkan luka bakar, petasan juga menyumbang volume sampah yang cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian bagi kita semua. Terlebih lagi, kembang api dan petasan terbuat dari bahan kimia yang mengandung belerang dan memicu percikan api yang berbahaya bagi kesehatan.

Oleh sebab itu penting agar pemerintahmeng­a­wasi fenomena tahunan yang cende­rung membahayakan ini. Pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat kejadian yang mengganggu keramahan ling­kungan. Petasan lebih baik dilarang untuk beredar bebas di tengah-tengah masyarakat. Peran orangtua dan masyarakat dinantikan untuk terus mengawasi kemungkinan-kemungkina yang ada. Salah satunya menga­wasi anak-anaknya untuk tidak menyalakan petasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar