Sabtu, 22 Oktober 2016

Search Engine Optimization a.k.a SEO

Nama : Deni Rahman
NPM :5241369
Kelas : 4IA18

Apa SEO itu ?

SEO adalah serangkaian proses sistematis untuk meningkatkan volume / kualitas kunjungan melalui mesin pencari menuju situs tertentu dengan memanfaatkan mekaninsme kerja ataupun algoritma mesin pencari.
Secara sederhana, tujuan SEO adalah menempatkan situs pada posisi teratas atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci yang ditargetkan.

Berdasarkan data situs alexa (www.alexa.com/topsites), saat ini mesin pencari google masih memimpin di urutan pertama dari website lain, seperti Youtube, Facebook, Baidu, Wikipedia, dan Yahoo





Contoh SEO

Saya mempunyai sebuah artikel di website ini yaitu “Analisis website jabarprov.go.id”, kemudian saya optimasi halaman artikel tersebut dengan teknik SEO yang saya gunakan dan dengan mentarget kata kunci “Analisis website jabarprov.go.id”, setelah saya optimasi dengan baik alhasil halaman tersebut dapat ranking satu dengan kata kunci yang saya target tersebut.

Sekarang saya yakin anda sudah mulai mengerti mengenai Search Engine Optimization, jika belum silahkan baca berulang – ulang pengertian dan contoh diatas sampai anda benar – benar paham J.

Seberapa Penting SEO itu?
Berikut pentingnya SEO bagi pemilik blog, web, atau toko online untuk belajar SEO:
  • Mengetahui tips dan trik agar situs berada pada posisi teratas atau halaman pertama hasil mesin pencari, khususnya Google.
  • Dengan situs berada pada posisi teratas atau halaman pertama maka situs yang dimiliki berpeluang untuk dikunjungi orang.
  • Semakin banyak pengunjung ke situs anda maka memperbesar peluang orang membeli produk, barang dan jasa yang ditawarkan, atau sekedar membaca artikel pada situs anda.
Sekilas Sejarah SEO
Menurut Danny Sullivan , istilah SEO digunakan pada 26 Juli 1997 oleh sebuah pesan span pda situs Usenet. Saat itu, algoritma mesin pencari belum kompleks sehingga mudah dimanipulasi. Versi awal algoritma pencarian hanya perdasarkan pada informasi yang disediakan pengelola web melalu meta tag pada kode HTML sebuah situs. Sementara itu, meta tag adalah penyedia informasi sebuat situs dengan serangkaian kata kunci (keyword).
Biasanya, sebagian pengelola web memanipulasi meta tag dengan menulikan kata kunci yang tidak sesuai dengan konten situs sehingga mesin pencari akan salah menempatkan atau memberi peringkat situs tersebut. Hal itu menyebabkan hasil pencarian tidak akurat dan merugikan para pengguna.

Dasar-Dasar SEO
Pengoptimalan SEO juga menjadi landasan untuk menguasai halaman pertama mesin pencari seperti Google, yang tentunya menjadi prioritas para pencari informasi untuk masuk ke dalam situs kita . Nah dalam artikel ini, saya sedikit menjelaskan apa-apa saja yang menjadi dasar-dasar SEO yang harus kita, para webmaster, ketahui untuk mengoptimalkan web/blog yang sedang kita kembangkan sehingga semakin baik kualitasnya.

1. Penggunaan Keyword
Apa keyword yang Anda gunakan untuk situs Anda? Periksa keyword tersebut dengan bantuan Google Adwords Tool, seberapa tren kah keyword tersebut, dan seberapa banyak yang menggunakannya untuk mendapatkan info di Google? Jika sudah mendapatkannya, silahkan pasang keyword tersebut di Judul Tulisan, Meta Tag/Description, URL Tulisan, dan di dalam tulisan itu sendiri. Pastikan kata yang Anda pakai di dalam tulisan tersebut diisi dengan kata kunci yang Anda gunakan. Jangan terlalu berlebihan karena Google akan menganggapnya sebagai Keyword Stuffing.



2. Internal Links
Jika di dalam postingan Anda terkait dengan postingan lainnya yang sudah pernah Anda tulis, kaitkan postingan yang satu dengan postingan lainnya menggunakan keyword yang kira-kira sama. Misalnya saya sudah pernah menulis tentang Analisis website jabarprov.go.id, maka di kalimat tersebut saya masukkan internal link yang mengarah ke tulisan tersebut. Keyword-nya di situ saya contohkan Google Pagerank. Internal links juga berguna untuk meningkatkan jumlah Page Views di blog Anda, yang membuat pengunjung lebih lama berada di blog Anda. Hal ini menjadi sesuatu yang baik bagi Alexa Rank.

3. Outbound Links
Sama seperti internal links, bedanya Anda mengaitkan satu kata kunci dengan link URL ke luar situs Anda. Jika tadinya Cara Prediksi Google Pagerank jika Anda klik akan menuju ke salah satu tulisan di dalam situs saya disebut dengan internal links, maka outbound link itu jika Anda menuju ke luar dari situs/blog saya (ke situs/blog orang lain) jika meng-klik salah satu kata/kalimat di dalam situs/blog saya.



4. Gunakan Template/Theme SEO Friendly
Ini sedikit banyak sangat membantu proses SEO kita karena struktur tag yang ada sudah sesuai dengan kaidah SEO. Gunakan theme/template SEO Friendly agar kita situs/blog kita loading-nya tidak berat, lebih simple, dan lebih enak dilihat.



5. Perbanyak Berkomentar
Di sini yang saya maksudkan adalah, perbanyaklah komentar di blog-blog yang ber-PageRank minimal 1 dan berkata kunci yang sama dengan blog Anda. Jangan asal-asal berkomentar di blog orang lain, karena terkadang malah dihitung sebagai komentar spam, dan akan segera dikenali blogger lain bahwa Anda merupakan blogger penyebar spam.




Sumber Referensi :

Tohiruddin, Muhammad., E MEMBUAT SITUS TOP SEARCH MAHIR SEO UNTUK PEMULA., Penerbit Kanaya Press, Jakarta, 2013
http://www.ilmuwebsite.com/ebook-belajar-seo-menaklukan-rimba-seo-internet-marketing
http://www.rudinazar.com/apa-itu-seo/
http://sugeng.id/cara-memaksimalkan-seo-di-blogger/
https://www.seniberpikir.com/dasar-dasar-seo/

Jumat, 21 Oktober 2016

DHCP SERVER pada Debian 8


DHCP Server
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah merupakan protocol pada jaringan yang akan memberikan alamat IP terhadap host atau client yang berada dalam satu jaringan secara otomatis
Jika sebuah jaringan local tidak menggunakan DHCP, maka untuk memberikan konfigurasi alamat IP pada computer client atau host harus secara manual. Sangat tidak efektif jika ada ratusan dalam jaringan local tersebut.
Namun, saat sudah dipasang DHCP server pada jaringan local pemberian alamat IP setiap host akan dilakukan oleh otomatis DHCP Server. Dan kita tidak perlu lagi melakukan pemberian alamat secara manual.

Konfigurasi DHCP pada Debian 8.3
Login sebagai super user atau root. Pada Debian menggunakan peruntah su setelah itu masukan password untuk root.
Gunakan perintah apt-get install isc-dhcp-server untuk install DHCP server. Ketika instalasi terminal akan meminta konfirmasi apakah akan melanjutkan instalasi ketik Y.


Setelah instalasi selesai lanjut untuk konfigurasi file DHCP. Buka file di direktori /etc/dhcp/dhcp.conf menggunakan file editor seperti nano atau gedit. Cari baris “A Slightly different configuration” ubah seperti berikut

Konfigurasi diatas berguna konfigurasi dhcp server pada jaringan local. Untuk keterangan pengaturannya seperti berikut:
· Subnet : IP network untuk client.
· Netmask : IP netmask untuk client.
· Range : jarak IP yang ingin digunakan untuk client.
· Option domain-name-servers : IP DNS server.
· Option domain-name : domain DNS server.
· Option routers : IP DHCP server.
· Option-broadcast-address : IP broadcast untuk client.
Kemudian save.


Selanjutnya buka file di direktori /etc/default/isc-dhcp-server.conf menggunakan file editor seperti nano atau gedit. Pada bagian INTERFACES masukan interfaces yang akan digunakan. Pada tutorial ini saya menggunakan interfaces “eth1“ atau Ethernet 1
Selanjutnya Restart layana DHCP menggunakan perintah berikut:

root@debian:~# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Uji Coba
Lakukan pengujian pada komputer client, ubah settingan IP menjadi DHCP.


Jika DHCP server berjalan otomatis mendapat IP, maka DHCP berhasil.