Nama : Deni Rahman
NPM :5241369
Kelas : 4IA18
NPM :5241369
Kelas : 4IA18
Definisi Cloud Computing
Anda
mungkin mulai sering mendengar istilah “cloud” atau “cloud computing”, tetapi
masih belum terlalu mengerti ‘binatang’ macam
apa cloud computing itu sebenarnya. Sebagian orang menganggap cloud adalah
semacam teknik virtualisasi komputer, sehingga satu atau beberapa komputer bisa
dibuat menjadi banyak virtual komputer. Ada juga yang menganggap cloud tidak
ada bedanya dengan VPS (virtual private server), di mana VPS ini adalah
teknologi yang sudah ada dari beberapa tahun yang lalu. Pada dasarnya pendapat tersebut tidak sepenuhnya
salah, karena virtualisasi memang merupakan salah satu komponen dari cloud
computing.
Tetapi pengertian cloud computing sebenarnya lebih dari itu. Cloud computing adalah kumpulan dari beberapa computing resources yang terintegrasi menjadi satu dan di-delivered melalui web. Cloud computing juga didasarkan pada teknologi grid computing, yaitu membuat skalabilitas suatu sistem computing menjadi sangat besar dengan cara menggabungkan beberapa computing resources menjadi satu resource.
Tetapi pengertian cloud computing sebenarnya lebih dari itu. Cloud computing adalah kumpulan dari beberapa computing resources yang terintegrasi menjadi satu dan di-delivered melalui web. Cloud computing juga didasarkan pada teknologi grid computing, yaitu membuat skalabilitas suatu sistem computing menjadi sangat besar dengan cara menggabungkan beberapa computing resources menjadi satu resource.
Cloud Computing adalah sebuah model client-server, di mana resources seperti server, storage, network, dan software dapat dipandang sebagai sekumpulan services. Services tersebut dapat diakses oleh user setiap saat secara remote.
Inti dari teknologi cloud computing adalah virtualisasi. Pada cloud computing, physical machine
(mesin fisik) digantikan dengan virtual machine (mesin
virtual), physical network dan physical storage digantikan dengan virtual
network dan virtual storage.
Bisa dikatakan cloud computing adalah grid computing + virtualisasi.
Sejarah Cloud Computing
· Tahun 2000 Marc Benioff, mantan wakil presiden perusahaan Oracle. “salesforce.com” ini merupakan sebuah perangkat lunak CRM dengan basis SaaS (Software as a Service). Tak disangka gebrakan ini mendapat tanggapan hebat. Sebagai suksesor dari visi Larry Ellison, boss-nya. Dia memiliki sebuah misi yaitu “The End of Software”.
· Tahun 2005 – Sekarang Cloud Computing sudah semakin meningkat populatitasnya, dari mulai penerapan sistem, pengunaan nama, dll. Amazon.com dengan EC2 (Elastic Computer Cloud); Google dengan Google App. Engine; IBM dengan Blue Cord Initiative; dsb. Perhelatan cloud computing meroket sebagaimana berjalanya waktu. Sekarang, sudah banyak sekali pemakaian sistem komputasi itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan beragamnya gadget yang ada. Contoh dari pengaplikasianya adalah Evernote, Dropbox, Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd, dll.
Layanan Cloud Computing
SaaS adalah layanan dari Cloud Computing dimana
pelanggan dapat menggunakan software (perangkat lunak) yang telah disediakan
oleh cloud provider. Pelanggan cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan
bisa digunakan dengan baik. Contoh dari
layanan SaaS ini antara lain adalah:
Layanan produktivitas: Office365, GoogleDocs, Adobe
Creative Cloud, dsb.
Layanan email: Gmail, YahooMail, LiveMail, dsb.
Layanan social network: Facebook, Twitter, Tagged, dsb.
Layanan instant messaging: YahooMessenger, Skype,
GTalk, dsb.
2. Platform as a Service (PaaS)
PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa
“rumah” berikut lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat.
Pelanggan tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah”
tersebut. Yang penting aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik.
Pemeliharaan “rumah” ini (sistem operasi, network, database engine, framework
aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.
Contoh penyedia layanan
PaaS: Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp Engine
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS adalah layanan dari Cloud Computing sewaktu kita
bisa “menyewa” infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory, network,
dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi (CPU), penyimpanan data
(storage), memory (RAM), bandwidth , dan konfigurasi lainnya yang akan disewa.
Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah seperti menyewa komputer yang
masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan
sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem operasi dan aplikasi
apapun diatasnya.
Contoh penyedia layanan IaaS : Amazon EC2, Rackspace
Cloud, Windows Azure,
Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing
Kelebihan
Cloud Computing:
- Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
- Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
- Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
- Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
- Menghemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
Kekurangan
dari Cloud Computing:
- Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban.
- Perusahaan yang menyewa layanan dari Cloud Computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan Cloud Computing.
- Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
Contoh Perusahaan yang Menggunakan Cloud Computing
- TelkomCloud
TelkomCloud merupakan
solusi yang dihadirkan oleh Telkom Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar
akan Cloud Computing di Indonesia.
TelkomCloud adalah
layanan yang menyediakan IT Resources Service (Computing, Storage &
Network) dan Application Services dengan menggunakan teknologi
virtualisasi berbasis cloud computing (on-demand, rapid elasticity,
& fast deployment) yang akan meningkatkan akselerasi bisnis
pelanggan.
- Google Drive
Google Drive adalah
layanan cloud storage dari Google yang diluncurkan pada akhir April 2012, yaitu
layanan untuk menyimpan file di internet pada storage yang disediakan oleh
Google. Dengan menyimpan file di Google Drive maka pemilik file dapat mengakses
file tersebut kapanpun dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop,
komputer tablet ataupun smartphone. Dan file tersebut dapat di share dengan
orang lain untuk berbagi pakai dan juga kolaborasi peng-edit-annya. Kapasitas
yang disediakan oleh google drive untuk layanan gratis adalah 5GB, untuk
menggunakan kapasitas lebih dari itu maka akan dikenakan biaya tambahan.
Dengan menggunakan Google
Drive, berarti pemilik file telah memiliki back-up file nya di internet
sehingga jika terjadi sesuatu pada file yang disimpan di komputer atau laptop,
misalnya file tersebut rusak atau hilang atau terkena virus, atau
komputer/laptopnya rusak yang menyebabkan tidak dapat digunakan, maka file yang
berada di Google Drive tetap aman dan tetap dapat diakses menggunakan komputer
lain yang terhubung ke internet.
Sumber Materi di Internet
:
·
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
·
http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html
·
Buku Cloud Computing - Teori dan Paktik
(OpenNebula, VMware, dan Amazon AW Penerbit : Informatika, Penulis : Iwan
Sofana, dan Tahun terbit : 2012.










