Pendahuluan
Peran desain pemodelan
grafik merupakan hal penting dalam interkasi manusia dengan komputer fungsi
pemodelan grafik sendiri membuat sesuatu yang dapat mempermudah pengguna dalam
menjalankan suatu program agar mudah dimengerti , mudah digunakan dan efisien.
Apa sih Interaksi Manusia dengan
Komputer????
IMK mempelajari hubungan
antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan
implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Bidang
interaksi manusia dengan komputer adalah bidang ilmu yang dipengaruhi dan
mempengaruhi berbagai disiplin ilmu yang lain, seperti teknik dan ilmu komputer
sampai ilmu pengetahuan manusia seperti psikologi, linguistik, dan ergonimis. desain
pemodelan grafik.
Kemampuan estetika desain
grafis adalah peningkatan yang penting terhadap desain sistem manusia-komputer
sebagai pengguna antarmuka menjadi lebih fleksibel dan powerfull. Bagaimanapun,
hal ini belum dapat diklaim untuk menjadi media baru yang tekstual dan
penampilan grafik yang diunggulkan. Jelasnya, tidak ada individu dapat
diharapkan mempunyai pelatihan formal di semua bidang tersebut, walaupun
permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang multidisipliner,
gabungan kemampuan sistem komputer dengan beberapa keahlian ilmu manusia. Suatu
alternatif yang lebih realistis adalah untuk menuju ke suatu kesadaran akan
tingkat pemahaman menyeluruh dari subjek bidang-bidang yang relevan, mungkin
dikombinasikan dengan ilmu yang khusus dalam satu bidang atau lebih. Untuk
membuat antarmuka yang baik dibutuhkan pemahaman beberapa bidang ilmu, antara
lain :
1. Teknik elektronika &
ilmu komputer
memberikan kerangka kerja untuk
dapat merancang sistem HCI
2. Psikologi
memahami sifat &
kebiasaan, persepsi & pengolahan kognitif, ketrampilan motorik pengguna
3. Perancangan grafis dan
tipografi
sebuah gambar dapat bermakna
sama dengan seribu kata. Gambar dapat digunakan sebagai sarana dialog cukup efektif
antara manusia & komputer\
4. Ergonomik
berhubungan dengan aspek
fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman, misal : bentuk meja &
kursi kerja, layar tampilan, bentuk keyboard, posisi duduk, pengaturan lampu,
kebersihan tempat kerja
5. Antropologi
ilmu pengetahuan tentang
manusia, memberi suatu pandangan tentang cara kerja berkelompok yang masing –
masing anggotanya dapat memberikan konstribusi sesuai dengan bidangnya
6. Linguistik
merupakan cabang ilmu yang
mempelajari tentang bahasa. Untuk melakukan dialog diperlukan sarana komunikasi
yang memadai berupa suatu bahasa khusus, misal bahasa grafis, bahasa alami,
bahasa menu, bahasa perintah
7. Sosiologi
studi tentang pengaruh
sistem manusia-komputer dalam struktur sosial, misal adanya PHK karena adanya
otomasi kantor.
Sejarah dan Pengertian Desain Komunikasi
Pengertian
Desain Komunikasi
Definisi tentang DKV
itu sendiri, ditinjau dari asal kata istilah ini terdiri dari tiga kata, Desain
diambil dari kata “designo” (Itali) yang artinya gambar. Sedang dalam bahasa
Inggris desain diambil dari bahasa Latin (designare) yang artinya merencanakan
atau merancang. Dalam dunia seni rupa istilah desain dipadukan dengan reka
bentuk, reka rupa, rancangan atau sketsa ide.
Komunikasi bermakna menyampaikan
suatu pesan dari komunikator ( penyampai pesan ) kepada komunikan (penerima
pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu.
Visual bermakna segala
sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu
mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian
dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual.
Jadi Desain Komunikasi
Visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan ( arts of
commmunication ) dengan menggunakan bahasa rupa ( visual language ) yang
disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan,
mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang
ingin diwujudkan. Sedang Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda,
simbol, ilustrasi gambar/foto,tipografi/huruf dan sebagainya.
Sejarah
Desain Komunikasi
Sejak jaman pra-sejarah
manusia telah mengenal dan mempraktekkan komunikasi visual. Bentuk komunikasi
visual pada jaman ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk
menceritakan kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah
hieroglyphics yang digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan
kemajuan jaman dan keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke
tulisan contohnya prasasti, buku, dan lain-lain. Dengan perkembangan
kreatifitas manusia, bentuk tulisan ini berkembang lagi menjadi
bentuk-bentuk yang lebih menarik dan komunikatif, contohnya seni panggung dan
drama; seperti sendratari Ramayana, seni pewayangan yang masih menjadi alat
komunikasi yang sangat efektif hingga sekarang.
Sebagai suatu profesi,
Desain Komunikasi Visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum
itu, jika seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara
visual, maka ia harus menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”.
Spesialis-spesialis ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi);
typographers (penata huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara
detil dan memberi instruksi kepada percetakan; illustrators, yang memproduksi
diagram dan sketsa dan lain-lain.
Desain Komunikasi Visual
baru populer di Indonesia pada tahun 1980-an yang dikenalkan oleh desainer
grafis asal Belanda bernama Gert Dumbar. Karena menurutnya desain grafis
tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving image,
audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah
cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain
komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.
Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan
Seni Murni
Desain Komunikasi Visual
bukan seni murni. Seorang seniman pada bidang seni murni terkadang mempunyai
penonton atau pengamat hanya satu (seniman itu sendiri), dimana karya seni
tersebut merupakan ekspresi emosi dan perasaan dari seniman itu sendiri yang
pada akhirnya bertujuan untuk memuaskan diri seniman tersebut. Sedangkan
seorang desainer komunikasi visual menghadapi lebih dari satu pengamat yang
kadangkala bisa mencapai jutaan orang, dimana desainer itu harus dapat memahami
dan menginterpretasikan permintaan seseorang atau sekelompok orang ke dalam
suatu karya desain yang pada akhirnya bertujuan untuk memuaskan orang atau
sekelompok orang itu.
Seringkali desain komunikasi
visual tampak seperti seni murni, dan sebaliknya seni murni dapat tampak
seperti desain komunikasi visual. Bahan dan teknik yang digunakan juga hampir
sama, tetapi maksud dan tujuan masing-masingnya berbeda. Seniman dan desainer,
keduanya berusaha memecahkan problem visual, tetapi seniman murni bertujuan
lebih untuk memuaskan diri; sedangkan desainer harus menggerakkan sekelompok
orang untuk menghadiri suatu acara, mengikuti petunjuk, memahami peta suatu
lokasi atau membeli suatu produk.
Elemen Desain Komunikasi Visual
Seorang desainer harus paham
bagaimana menggunakan elemen-elemen Desain untuk menunjang suatu desain. Elemen-elemen
yang sering digunakan dalam desain komunikasi visual antara lain
adalah tipografi, simbolisme, ilustrasi, layout dan fotografi.
Elemen-elemen ini bisa digunakan sendiri-sendiri, bisa juga digabungkan.
Elemen-elemen yang digunakan
dalam desain komunikasi visual antara lain adalah
Ilustrasi adalah suatu
bidang dari seni yang berspesialisasi dalam penggunaan gambar yang tidak
dihasilkan dari kamera atau fotografi (nonphotographic image) untuk
visualisasi. Dengan kata lain, ilustrasi yang dimaksudkan di sini adalah gambar
yang dihasilkan secara manual.
B. SIMBOLISME
Simbol telah ada sejak
adanya manusia, lebih dari 30.000 tahun yang lalu, saat manusia prasejarah
membuat tanda-tanda pada batu dan gambar-gambar pada dinding gua di Altamira,
Spanyol. Manusia pada jaman ini menggunakan simbol untuk mencatat apa yang
mereka lihat dan kejadian yang mereka alami sehari-hari.
Simbol sangat efektif
digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang
digunakan, contohnya sebagai komponen dari signing systems sebuah pusat
perbelanjaan. Untuk menginformasikan letak toilet, telepon umum, restoran,
pintu masuk dan keluar, dan lain-lain digunakan simbol.
Bentuk yang lebih kompleks
dari simbol adalah logo. Logo adalah identifikasi dari sebuah perusahaan,
karena itu suatu logo mempunyai banyak persyaratan dan harus dapat mencerminkan
perusahaan itu. Seorang desainer harus mengerti tentang perusahaan itu, tujuan
dan objektifnya, jenis perusahaan dan image yang hendak ditampilkan dari
perusahaan itu. Selain itu logo harus bersifat unik, mudah diingat dan
dimengerti oleh pengamat yang dituju.
C. FOTOGRAFI
Ada dua bidang utama di mana
seorang desainer banyak menggunakan elemen fotografi, yaitu penerbitan
(publishing) dan periklanan (advertising). Beberapa tugas dan kemampuan yang
diperlukan dalam kedua bidang ini hampir sama. Menurut Margaret Donegan dari
majalah GQ, dalam penerbitan (dalam hal ini majalah) lebih diutamakan kemampuan
untuk bercerita dengan baik dan kontak dengan pembaca; sedangkan dalam
periklanan (juga dalam majalah) lebih diutamakan kemampuan untuk menjual produk
yang diiklankan tersebut.
Kriteria seorang fotografer
yang dibutuhkan oleh sebuah penerbitan juga berbeda dengan periklanan. Dalam
penerbitan, fotografer yang dibutuhkan adalah mereka yang benar-benar kreatif
dalam “bercerita”, karena foto-foto yang mereka ambil haruslah dapat
“bercerita” dan menunjang berita yang diterbitkan. Sedangkan dalam periklanan,
fotografer yang dibutuhkan adalah mereka yang kreatif dan jeli, serta mempunyai
keahlian untuk bervisualisasi.
Fotografi sangat efektif
untuk mengesankan keberadaan suatu tempat, orang atau produk. Sebuah foto
mempunyai kekuasaan walaupun realita yang dilukiskan kadangkala jauh dari
keadaan yang sesungguhnya. Selain itu sebuah foto juga harus dapat memberikan
kejutan dan keinginan untuk bereksperimen, misalnya dalam hal mencoba resep
masakan yang baru atau tren berpakaian terbaru.
D. TYPOGRAFI
Tipografi adalah seni
menyusun huruf-huruf sehingga dapat dibaca tetapi masih mempunyai nilai desain.
Tipografi digunakan sebagai metode untuk menerjemahkan kata-kata (lisan) ke
dalam bentuk tulisan (visual). Fungsi bahasa visual ini adalah untuk mengkomunikasikan
ide, cerita dan informasi melalui segala bentuk media, mulai dari label
pakaian, tanda-tanda lalu lintas, poster, buku, surat kabar dan majalah. Karena
itu pekerjaan seorang tipografer (penata huruf) tidak dapat lepas dari semua
aspek kehidupan sehari-hari.
Saat ini, banyak diantara
kita yang telah terbiasa untuk melakukan visualisasi serta membaca dan
mengartikan suatu gambar atau image. Disinilah salah satu tugas seorang
tipografer untuk mengetahui dan memahami jenis huruf tertentu yang dapat memperoleh
reaksi dan emosi yang diharapkan dari pengamat yang dituju. contoh dari
penggunaan typografi yang benar sudah saya jelaskan sebelumnya.
E.
LAYOUT
Layout menjadi elemen yang terakhir dan sangat penting, dimana kita dituntut untuk bisa mengolah ruang kosong pada suatu bidang untuk dijadikan media desain yang mudah dibaca dan agar tidak membuat si pembaca menjadi cepat lelah ketika membaca/ melihat desain yang kita buat dikarenakan tata letak yang tidak bagus (tidak nyaman dipandang) . hal yang mempengaruhi agar menjadi desain yang baik dan benar (layout) ada beberapa faktor yaitu
Layout menjadi elemen yang terakhir dan sangat penting, dimana kita dituntut untuk bisa mengolah ruang kosong pada suatu bidang untuk dijadikan media desain yang mudah dibaca dan agar tidak membuat si pembaca menjadi cepat lelah ketika membaca/ melihat desain yang kita buat dikarenakan tata letak yang tidak bagus (tidak nyaman dipandang) . hal yang mempengaruhi agar menjadi desain yang baik dan benar (layout) ada beberapa faktor yaitu
- Keseimbangan
- Kesatuan
- Irama
- Tekanan
Sumber Referensi
http://blizzardtomi.blogspot.de/2015/11/pengaruh-teknologi-pada-desain-grafis.html
http://nee-chankawaii.blogspot.de/2011/11/peranan-desain-pemodelan-grafik-dengan.html
Rakhmat
Supriyono.2010.Desain Komunikasi Visual-Teori dan Aplikasi.Yogyakarta .C.V ANDI
OFFSET
Rakhmat, Jalaluddin,
Psikologi Komunikasi, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001
Carter, David E., Designing
Corporate Identity Programs for Small Corporation, Art Direction Book Company,
New York, 1985
Sihombing, Danton, Tipografi
dalam Desain Grafis, Gramedia, Jakarta, 2001
http://www.desaingrafisindonesia.com








